Friday, 03 April 2020
  • >
  • >
 Bupati...

Bupati...

pangkepkab.go.idJAKARTA– Dalam pertemuan para bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor,...

Terima...

Terima...

pangkepkab.go.id,PANGKEP– Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi tuan rumah kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kementrian Sosial (Kemensos) dalam program jelajah kapal kepahlawanan. Pesertanya...

Pangkep...

Pangkep...

pangkepkab.go.id,JAKARTA– Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik dalam acara pembukaan The International Public Service (IPS) Forum 2018 di Jakarta Convention...

Kadis DLH Pangkep Jualan Martabak Telor

PANGKEP.KAB - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangkep Agussalim Gassing, jualan "martabak telor", tapi martabak telor milik Agussalim bukanlah kuliner khas Arab seperti yang selama ini kita nikmati, melainkan sebuah program inovasi, untuk menekan dan mencegah pencemaran sampah plastik.
 
Martabak Telor milik Agussalim merupakan singkatan dari Mari Tukar Sampah Dengan Sembako, Tena Loro (Tanpa Sampah), "bersih", dimana sampah plastik milik masyarakat dapat ditukar dengan sembako dan kebutuhan rumah tangga.
 
"Ini program inovasi saya di latpim II, jadi masyarakat bisa menukar sampah plastik, termasuk kardus dengan sembako dan kebutuhan lain", ungkap Agussalim.
 
Pria yang akrab disapa Agus tersebut menjelaskan, secara teknis sampah plastik atau kardus milik masyarakat, ditukarkan di toko khusus berbayar sampah yang telah ditunjuk pihak dinas, yang kemudian sampah tersebut dikelola bumdes untuk dijual ke bang sampah kabupaten.
 
"Sampah plastik ini ditimbang di toko berbayar sampah, misal harga plastik Rp.1000 per kilo, kalau ada 5kg, berarti masyarakat bisa mengambil barang seharga Rp.5000,"jelasnya.
 
Saat ini, program Martabak Telor tersebut sudah pada tahap uji coba di dua desa, yakni Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, dan Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, dengan harapan program tersebut dapat direalisasi di seluruh desa di kabupaten Pangkep.
 
Program ini sendiri diakui sebagai upaya untuk mengajak masyarakat, ikut berperan serta dalam menjaga lungkungan, termasuk menekan jumlah sampah plastik ke tempat pembuangan akhir.
 
Saat ini rata rata produksi sampah nasional mencapai 0,4 kg perhari per kepala, jika di kabupaten Pangkep memiliki jumlah penduduk kurang lebih 300.000 jiwa, maka produksi sampah yang dihasilkan masyarakat sebanyak 120 ton perhari. (Mcpangkajene)

Statistik Pengunjung

745951
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
18
1193
5457
729620
2234
39794
745951

Your IP: 114.7.194.241
2020-04-03 00:21

Pengunjung

We have 15 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key