Friday, 10 July 2020
  • >
  • >
 Bupati...

Bupati...

pangkepkab.go.idJAKARTA– Dalam pertemuan para bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor,...

Terima...

Terima...

pangkepkab.go.id,PANGKEP– Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi tuan rumah kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kementrian Sosial (Kemensos) dalam program jelajah kapal kepahlawanan. Pesertanya...

Pangkep...

Pangkep...

pangkepkab.go.id,JAKARTA– Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik dalam acara pembukaan The International Public Service (IPS) Forum 2018 di Jakarta Convention...

BPD Mattiro Kanja Bantah Ada Warga Menolak Pemakaman Bocah 10 Tahun di Pulaunya

Pangkep.kab – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Hamzah, membantah kabar penolakan warga untuk memakamkan jenazah Wahid (10) di Pulau Sabutung.

“Jadi sebenarnya tidak ada penolakan mayat oleh warga kami di Pulau Sabutung, Desa Mattiro Kanja,” tulis Hamzah, Jumat (3/4).

Hamzah juga mengaku sudah memediasi masalah tersebut bersama Kepala Desa Mattiro Kanja dan para Ketua RT.

“Saya bicara lama tadi sama pak RT, dia hanya menyampaikan kenapa bukan di tempat tinggalnya di Pulau Polewali dikuburkan karena tentunya, kalau orang meninggal pasti dikuburkan di tempat tinggalnya,”

“Jadi bukan menolak, dan seandainya mayat itu ada di Pulau Sabutung pasti selayaknya akan dimakamkan,” tutup Ketua BPD ini.

Senada dengan Ketua BPD Mattiro Kanja, Afdal warga Pulau Sabutung menyayangkan adanya berita penolakan  pemakaman bocah 10 tahun di pulau. Menurutnya, berita tersebut telah mencoreng nama kampung halamannya.

“Kami sebagai masyarakat Pulau Sabutung merasa terpukul dengan adanya beredar berita yang mengatasnamakan masyarakat menolak untuk dikebumikan almarhum (Wahid-red). Padahal masyarakat Pulau Sabutung sudah memahami betul, almarhum sudah sakit sejak lama dan tidak ada kaitanya dengan Covid-19,” ucap Afdhal.

Sebelumnya, Kepala Desa Mattiro Kanja, Muzakir kepada awak media mengaku, warga menolak jenazah tersebut karena almarhum sempat dirawat di RSUD Wahidin, dimana banyak pasien Covid-19 dirawat.

“Warga tidak setuju jenazah dimakamkan di sini karena menurut info yang berkembang di masyarakat, jenazah meninggal karena almarhum saat dirawat berdekatan dengan pasien Covid-19,” jelas Muzakir.

Sekadar diketahui, bocah malang itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Wahidin Makassar, akibat penyakit leukemia yang dideritanya sejak setahun lalu. (mcpangkajene) 

Statistik Pengunjung

913414
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
710
2200
11552
890114
18661
51387
913414

Your IP: 114.7.194.241
2020-07-10 07:25

Pengunjung

We have 28 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key