Pemkab Pangkep Gelar Musrenbang 2027, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

PANGKEP — Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027 di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Selasa (31/3/2026). Forum ini menegaskan arah pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur berkelanjutan.

Musrembang dihadiri Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assagaf, Sekretaris Daerah Hj. Suriani, unsur Forkopimda, serta Staf Ahli Ekonomi Kerakyatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Since Erna Lamba.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abdul Rahman Assagaf menyampaikan bahwa kinerja pembangunan Kabupaten Pangkep dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat stabil di kisaran 5,00 persen, didukung sektor unggulan seperti perikanan, pertanian, dan industri pengolahan.

“Kita berhasil menurunkan tingkat kemiskinan secara bertahap hingga berada pada angka 11,60 persen. Meskipun begitu, angka ini akan terus kita tekan melalui program yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pangkep juga terus meningkat hingga mencapai 74,62 poin, yang mencerminkan perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Untuk tahun 2027, Pemkab Pangkep mengusung tema pembangunan “Peningkatan Kualitas SDM dan Infrastruktur Berkelanjutan untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif.

”Wakil Bupati menekankan enam arahan strategis kepada seluruh perangkat daerah, yakni perencanaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, percepatan konektivitas wilayah khususnya kepulauan, penguatan sektor unggulan, peningkatan kualitas SDM, penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi, serta sinergi lintas sektor.

“Melalui Musrenbang ini, saya berharap kita dapat menghasilkan dokumen RKPD tahun 2027 yang berkualitas, implementatif, dan mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Pangkep, Amril, mengungkapkan bahwa perencanaan tahun 2027 fokus pada peningkatan SDM dan infrastruktur berkelanjutan.

"Dari tema pembangunan ini, tidak jauh dari isu peningkatan SDM khususnya perbaikan sektor kesehatan dan pendidikan. Infrastuktur berhuungan dengan sektor PU, Perumahan, pemukiman dan kebencanaan," ujarnya.

Amril menjelaskan, diharapkan perencanaan lebih terarah, efisien dan efektif. Pasalnya, tahun depan menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat, terutama akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

"Ada pengurangan APBD kita kurang lebih Rp250 miliar lebih. Ini menjadi tantangan besar bagi kita dalam menyusun program pembangunan,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses perencanaan harus tetap terarah, efisien, dan selaras dengan prioritas daerah, provinsi, hingga nasional.

“Harapannya, melalui forum ini kita bisa menghasilkan usulan perencanaan yang sistematis, sesuai kebutuhan masyarakat, serta sejalan dengan prioritas pembangunan Pemkab Pangkep, Pemprov dan pemeirintah pusat yang harus sejalan ” tutupnya. (Mcpangkep/FAI)

Tags: